Alasan Kenapa Kucing Berkelahi

Alasan Kenapa Kucing Berkelahi

Kucing aku kenapa sih? Tiap hari berantem mulu. Ada kucing tetangga lewat di ajak berantem. Ada saudara kucing seperanakan, diajak berkelahi. Ini kucing bakat jadi preman kali ya? Sebenarnya, kenapa kucing hobi banget berkelahi sih? Jawaban singkatnya adalah karena kucing hewan teritorial. Jadi, dia akan bertarung demi mempertahankan wilayahnya dari ancaman kucing lain. Tapi, ternyata alasannya bukan itu saja. Ada 10 alasan lainnya kenapa kucing berkelahi. Berikut 10 alasan kenapa kucing berkelahi yang kami kutip dari goldenmaze.net.

1. Mempertahankan Wilayah Kekuasaannya

Ketika sedang melewati sebuah tempat, rumah kosong, atau salah satu pojok rumah, kamu mungkin pernah menyaksikan kucing sedang berkelahi. Si kucing akan menggeram dan mengeluarkan suara dengan maksud membuat lawannya menjadi takut. Kucing sendiri bukan merupakan hewan yang hidup berkelompok. Maka, segala yang ada di wilayah kucing tersebut, dia anggap miliknya. Artinya, si kucing tidak akan mau berbagi dengan kucing lain. Lebih baik berkelahi daripada ngasih jatah ke kucing lain. Tidak heran, saat ada kucing yang terlihat berkeliaran di wilayah –yang kucing anggap sebagai kekuasaannya—mereka akan berkelahi.

2. Berebut Kucing Betina

Alasan kedua kenapa kucing berkelahi adalah berebut kucing betina. Perebutan kucing betina ini karena efek hormonal. Dan biasanya terjadi pada kucing jantan. Kucing jantan yang sudah berusia lebih dari 6 bulan akan mengalami birahi atau keinginan untuk kawin. Jika kucing mempunyai wilayah kekuasaan (di mana di wilayah tersebut juga terdapat kucing betina), maka si kucing jantan akan menganggap kucing betina adalah miliknya. Tak heran, jika kucing lain mencoba mendekati kucing betina tersebut, kucing jantan akan melawan dan berkelahi memperebutkan si betina.

3. Mempunyai Bau yang Berbeda

Jika kamu mempunyai lebih dari dua kucing, maka kamu harus tau bahwa mereka bisa mengenali bau satu sama lain dengan baik. Saat bau khas kucing berbeda, maka hal ini bisa memicu terjadinya perkelahian. Nah, mengapa bau kucing bisa tiba-tiba berubah? Salah satu penyebabnya adalah kucing yang baru saja dibawa ke dokter hewan atau groomer. Bau badan kucing yang baru saja menjalani pemeriksaan ke dokter hewan bercampur dengan obat. Bau yang berbeda bisa membuat salah satu dari kucing merasa terganggu.

Bau aneh yang tidak dikenal menandakan penyusup, bukan teman. Jika kamu mempunyai beberapa kucing, ada baiknya untuk membawa mereka bersama-sama saat mengunjungi dokter hewan. Atau, sebagai solusi lain, coba gosok kucingmu menggunakan selimut tempat kucing tidur, sebelum membawanya masuk ke rumah. Kamu juga bisa menggosok tanganmu dengan aroma yang menyenangkan, seperti makanan yang berbau atau air dari tuna kalengan, kemudian dengan lembut membelai kucingmu. Anggaplah, kamu melakukan upaya kamuflase bau pada kucing.

4. Mendeteksi Ancaman

Sama seperti manusia, kucing juga bisa memahami kucing lain yang mereka anggap sebagai musuh atau bisa menjadi ancaman. Hal ini bisa terjadi pada kucing yang mempunyai perbedaan usia yang cukup jauh. Misalnya, saat melihat kucing yang lebih muda, kucing dengan badan besar dan lebih tua usianya akan merasa terancam.

Beberapa jenis ancaman yang dikhawatirkan oleh kucing:

  1. Kucing lain ingin merebut daerah kekuasaan.
  2. Kucing liar ingin mengawini kucing betina di area kekuasaannya.
  3. Kucing liar ingin merampas persediaan makanannya.

Kalau sudah seperti itu, ujung-ujungnya pasti berkelahi. Hal ini karena kucing merasa punya kewajiban untuk menghalau ancaman tersebut.

5. Kucing Memiliki Sifat Agresif

Alasan kenapa kucing suka berkelahi selanjutnya karena kucing memiliki sifat tempramental dan agresif bawaan dari induknya. Beberapa kucing berperilaku agresif. Kucing bisa menyerang kucing lain secara tiba-tiba, lalu terjadilah perkelahian. Nah, perilaku agresif pada kucing ini juga tidak muncul begitu saja. Boleh jadi karena beberapa sebab, terutama yang muncul di lingkungan tinggal si kucing.

Kucing yang hidup di rumah yang sering terjadi perkelahian antar pemilik rumah akan berperilaku lebih agresif. Sama seperti manusia, lho! kucing yang menyaksikan kekerasan yang dilakukan oleh pemiliknya juga bisa terkena stress dan menjadi mudah marah. Apabila kucing menjadi agresif dan mudah marah, kucing akan senang berkelahi dengan kucing di dekatnya.

6. Bermain yang Berakhir dengan Perkelahian

Kucing merupakan hewan yang paling senang bermain. Kamu tentu pernah melihat kucing yang saling mencakar satu sama lain dengan maksud iseng semata. Namun, sifat alamiah mereka yang pemarah membuat permainan kadang berubah menjadi medan pertengkaran. Yang tadinya hanya bermain, menjadi benar-benar berkelahi.

7. Kelaparan

Kucing yang lapar akan menjadi lebih agresif dari biasanya. Perkelahian karena berebut makanan menjadi hal yang sering sekali terjadi. Saat merasa kucing lain akan merebut makanannya, si kucing akan menggeram, mencakar, menunjukkan taring. Bahkan berakhir dengan perkelahian serius.

8. Kucing Sedang Hamil

Kucing betina yang sedang hamil akan menjadi lebih pemarah, dan galak. Hal ini disebabkan perut mereka yang terus membesar dan terasa sakit. Selain itu, si kucing juga merasa khawatir janinnya akan dilukai. Selain itu, kucing yang hamil juga tidak mau diajak sering-sering bermain. Mereka biasanya akan mencakar siapa pun yang mengajak bermain-main, terlebih saat perutnya dipegang. Jadi, alasan kenapa kucing hamil sering berkelahi adalah karena dia lebih sensitif dan mudah marah saat hamil.

9. Ingin Melindungi Anaknya

Tak hanya saat hamil saja, sifat galak dan pemarah kucing akan berlangsung sampai anak-anaknya lahir. Tak jarang, jika ada pejantan yang ingin mendekati, si betina akan menunjukkan taring dan bersikap lebih agresif. Hal ini demi melindungi anak-anaknya. Ya, kamu tentu sering mendengarkan bahwa ada kasus di mana kucing jantan menggigit anak kucing yang baru lahir sampai berdarah dan mati. Jika kejadian itu diketahui sang induk, pasti terjadi perkelahian berdarah antar kucing.

10. Bermusuhan

Alasan terakhir kenapa kucing berkelahi adalah musuh bebuyutan. Beberapa kucing mempunyai musuh bebuyutan yang setiap kali bertemu mereka pasti berkelahi. Perkelahian ini kadang terjadi begitu saja, tanpa sebab. Kucing tak hanya mengenali musuhnya saat melihat saja, tetapi bisa juga dari mendengar suara dan mencium bau sang musuh. Kalau sudah menjadi musuh bebuyutan seperti itu, pasti akan sering berkelahi. Di mana pun tempatnya akan selalu berkelahi. Nggak pandang siang, ataupun malam.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Pembaca:

Apakah Kucing Bisa Marah dan Menyimpan Dendam?

Sama seperti manusia, kucing juga bisa marah dan menyimpan dendam, entah itu kepada sesama kucing atau kepada manusia. Penyebab kucing merasa marah adalah karena si kucing terancam, takut, merasa terganggu. Alhasil, kucing akan menjadi lebih agresif terhadap lingkungan sekitar. Selain marah, kucing ternyata bisa menyimpan dendam, lho. Kucing bisa mengenali dengan kucing mana saja dia pernah berkelahi. Kucing yang berkelahi setiap ada kesempatan bertemu bisa menjadi musuh bebuyutan satu sama lain.

Bagaimana Cara Memperlakukan Kucing yang Sedang Berkelahi?

Pada penjelasan sebelumnya, sudah ada 10 poin yang membuat kucing berkelahi. Lalu, apakah hal ini baik-baik saja saat melihat hewan peliharaan kesayanganmu berkelahi? Apakah harus segara dipisahkan? Nah, ternyata saat kucing sedang berkelahi –baik itu kucing liar atau peliharaan—jangan memisahkan kucing dengan cara mendekati dan menarik salah satu di antara mereka. Hal tersebut bisa membuat kucing terluka atau cedera. Kamu bisa memilih inisiatif mengalihkan perhatian si kucing. Bisa dengan menggunakan mainan, makanan, atau sesuatu yang disukai oleh kucing.

Bagaimana Cara Merawat Kucing yang Terluka Setelah Berkelahi

Bertengkar pada dasarnya memang kebiasaan alamiah kucing. Namun, kamu juga tentu mengambil tindakan setelah kucing berkelahi, apalagi jika kucing mendapatkan luka dari perkelahiannya. Berikut ini langkah-langkah yang bisa kamu ambil untuk merawat kucing yang luka setelah berkelahi.

  • Periksa luka di seluruh tubuh kucing

Perkelahian tidak boleh dianggap sebagai hal yang baik-baik saja ya, cat lovers. Setelah si meong, periksa seluruh tubuhnya dengan cara diraba pelan-pelan, untuk memastikan respons sakit yang diberikan oleh kucing. Luka gigitan misalnya, meskipun kecil namun bisa membuat infeksi (karena bakteri dari mulut kucing yang menggigit). Ada beberapa jenis infeksi yang bisa diderita kucing setelah berkelahi, yaitu selulitis (infeksi dalam jaringan), pyothorax (infeksi rongga dada), infeksi septic arthritis (persendian), serta osteomyelitis (infeksi tulang).

  • Bersihkan luka dengan antiseptic

Setelah kamu memeriksa luka di tubuh si kucing, lanjutkan dengan membersihkan luka tersebut. Membersihkan luka bisa menggunakan larutan garam (campuran dari satu sendok garam dan satu liter air dingin yang matang). Agar tidak infeksi, luka kucing ini harus dibersihkan dua kali setiap hari. Selain air garam, luka kucing juga bisa dibersihkan dengan cairan pembersih antiseptic yang aman untuk kulit.

  • Terus perhatikan kucing kesayangan kamu

Luka tusuk yang kecil mungkin akan sulit dideteksi, apalagi jika kucing mempunyai bulu yang lebat. Oleh karena itu, perhatikan kondisi kucingmu. Jika setelah berkelahi terlihat tanda-tanda seperti bengkak, demam, pincang, tidak nafsu makan, serta kucing yang terlihat terus menerus lesu, maka kemungkinan ia terinfeksi. Bawalah kucing ke dokter hewan untuk mendapatkan tindakan medis yang tepat.

Apa Hal yang Harus Dilakukan untuk Membuat Kucing Tetap Akur?

Bagi para cat lovers yang memelihara lebih dari satu kucing, pasti merasakan sulitnya merawat peliharaan kesayangan. Eits, jangan khawatir, ternyata ada cara yang bisa diterapkan akan membuat peliharaan akur satu sama lain. Caranya? Simak sampai akhir ya!

  • Perkenalkan kucing dengan baik satu sama lain melalui aroma

Jika kamu baru saja mengadopsi kucing, izinkan kucing lain untuk mengendus bau satu sama lain sebelum bertemu. Berikan benda yang beraroma milikmu kepada kucing baru dan biarkan si kucing tidur dengan benda tersebut. Dalam hal ini, benda yang ideal adalah kaus atau kain. Aroma tubuh yang menempel pada benda tersebut akan menjadi penengah sehingga kucing akan terbiasa satu sama lain.

  • Mengobservasi satu sama lain sebelum bertemu

Melihat kucing lain secara fisik adalah cara lain yang bisa dicoba. Jika kamu memang berencana menambah anggota keluarga kucing di rumah, maka sediakan kandang untuk nantinya di tempat kucing yang baru. Kandang berfungsi agar kucing lain bisa melihat, mencium aroma, serta menginvestigasi calon teman tanpa harus berkejar-kejaran. Jika kucing tampak tidak agresif, mendesis, kamu bisa memberikan pujian berupa kudapan atau makanan. Biarkan kucing melihat satu sama lain setidaknya sepuluh kali pertemuan.

  • Ajak kucing bermain bersama

Jika masing-masing kucing sudah terlihat akrab satu sama lain, tidak mendesis ataupun menggeram, maka kamu bisa mengajar si kucing bermain bersama. Gunakan mainan model tali dan bermainlah bersama kucing dalam waktu bersamaan. Selanjutnya, kamu bisa memindahkan kucing untuk tinggal bersama. Dengan catatan, sediakan tempat tidur, wadah makan dan minum masing-masing untuk setiap kucing. Karena, sebagai makhluk teritorial, kucing tidak ingin apa yang sudah menjadi miliknya direbut oleh kucing lain.

Akhir kata, kucing merupakan makhluk yang mempunyai naluri berburu, berkelahi, serta penyendiri. Oleh karena itu, berkelahi dengan kucing lain merupakan hal yang tidak bisa terhindarkan. Sebagai makhluk teritorial, kucing tidak akan suka saat ada kucing lain yang mengambil tempat atau barang mereka. Untuk mempertahankan hal itu, perkelahian menjadi solusi.

Selain wilayah kekuasaan, ada beberapa hal lagi yang membuat kucing kerap berkelahi, di antaranya memperebutkan betina, hamil, bau kucing yang berbeda, lapar, melindungi anak-anaknya, mendeteksi ancaman, atau bermain yang kemudian berakhir dengan perkelahian. Akan tetapi, para cat lovers tetap bisa memelihara lebih dari satu kucing di dalam rumah. Dengan syarat perkenalkan dulu kucing satu sama lain dengan baik. Jika sudah akrab, kucing akan bisa bermain dengan nyaman tanpa takut akan melukai kucing lain.